Open Water Training di daerah yang berarus


Open water training merupakan salah satu persyaratan dalam sertifikasi (freediving course) dimana setiap level memiliki persyaratan kedalaman tertentu, seperti contoh AIDA ** (level 2) memiliki persyaratan kedalaman minimal 16 meter, sedangkan untuk AIDA **** (level 4) minimal 32 meter.
Open Water training di freedive mencakup latihan equalize, menentukan Neutral Bouyancy juga latihan adaptasi tubuh terhadap tekanan, rileksasi, serta melatih mental dengan kondisi air dalam.

Secara umum lokasi yang paling ideal untuk Latihan open water berada di teluk dimana tidak banyak terpengaruh oleh pergerakan air (arus) maupun angin sehingga permukaan laut cenderung lebih tenang dan tidak berombak. Hal ini berpengaruh pada kenyamanan pada tahap persiapan (preparation stage) saat Latihan seperti rileksasi sebelum turun (descent) dan guide line yang digunakan harus tegak lurus sehingga pergerakan naik turun freediver tidak terganggu. Contoh lokasi seperti di Dahab di mesir, Dean’s Blue Hole di Bahamas, dan teluk Balohan di Sabang Aceh Indonesia.

Pemilihan lokasi untuk Open Water training bergantung dari kondisi dan bentuk dasar laut, seperti topografi dasar laut di sepanjang pesisir Aceh yang kebanyakan landai dengan kedalaman 10 sampai 15 m, sehingga untuk mencapai spot dengan kedalaman lebih dari 20m harus ditempuh sekitar 30 menitan dari pesisir pantai dengan menggunakan boat nelayan dengan kondisi arus yang lumayan kuat khususnya saat air pasang penuh. Berbeda dengan daerah Pulau Sabang dimana salah satu teluk yang bernama teluk Balohan memiliki kedalaman yang mencapai 100m +,dan pesisir pantai yang memiliki dasar laut dengan kemiringan yang cukup curam, dimana kedalaman 20+ bisa didapat dengan hanya berenang dari pesisir pantai.
Salah satu alternatif Latihan untuk lokasi yang pesisir pantainya dangkal adalah drifting (mengikuti arus), dimana spot latihan posisinya jauh dari pantai dengan kondisi air yang berarus. Dengan bouy dikaitkan ke boat sekitar 10m an tanpa melepas jangkar dengan tujuan agar guide line tetap lurus. Berikut hal hal yang perlu diperhitungkan beserta alat penunjang:
  1. Harus memiliki wawasan tentang pergerakan pasang surut (bisa menggunakan App Navionic, Nautide, atau Tidal) dan pergerakan angin (App Windy) agar dapat menentukan waktu latihan yang paling aman dimana kondisi arus dan kecepatan angin berada di titik terendah atau kategori aman. Hal ini penting untuk diperhatikan karena lokasi Latihan di luar teluk sangat terpengaruh oleh kecepatan angin dan pergerakan arus di mana angin yang terlalu kencang akan menciptakan gelombang, arus kencang dan mengakibatkan drifting yang terlalu jauh dari titik awal.
  2. Boat yang dipakai harus dilengkapi perangkat sonar seperti fish finder untuk dapat memantau perubahan kedalaman air selama drifting. Bottom weight dan dasar laut disarankan berjarak minimal 10m untuk menghindari bottom weight tersangkut di karang atau batu selama drifting, sebagai contoh, apabila target kedalaman 20m, posisi bottom weight berada di 22m, minimal kedalaman spot sekitar 32m. Dengan tujuan apabila arus mendorong kearah dasar yang dangkal akan segera terpantau dan latihan dapat dihentikan untuk pindah kembali ke lokasi yang lebih dalam.
  3. Latihan harus menggunakan landyard, dan apabila arus terlalu kuat atau ada kemungkinan terjadi badai, latihan harus segera dihentikan.

Figure 1 latihan Open Water sambil drifting di Pulo Aceh-Aceh Besar

Kendala kendala yang dihadapi saat drifting biasanya terjadi saat angin kencang berhembus kearah yang berlawanan dengan arah arus, sehingga mengakibatkan tali tidak lurus/miring. Ini terjadi karena posisi untuk drifting biasanya berada di tengah laut yang jauh dari pulau, sehingga angin dapat berhembus tanpa hambatan.


Dapat disimpulkan untuk latihan Open Water tidak harus di perairan yang tenang seperti di teluk, karena tidak semua perairan di pesisir memiliki teluk yang dalam sehingga jika ingin latihan dengan mencapai target kedalaman tertentu maka dibutuhkan usaha yang eksra seperti drifting. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal salah satu contoh seperti yang dibahas di atas. Always keep in mind to train hard and stay safe. Salam satu nafas!