Perburuan Parrotfish Masih Terjadi, Ada Cerita Yang Perlu Kalian Ketahui

Sebelumnya pernah kami publish di : https://steemit.com/spearfishing/@amirdayyan/spearfishing-parrotfish-f09715511cf0a

2 Februari 2018

Pengalaman berawal pada suatu hari di bulan februari di tahun 2018 ketika dua orang teman penyelam datang ke toko untuk membeli wetsuit. Setelah melakukan transaksi yang dilengkapi akad jual beli, kami bercerita banyak hal tentang pengalaman masing-masing. Tentang Diving, laut, ikan, karang, dan perburuan. Beberapa penyelam scuba diving menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kegiatan spearfishing. Mereka mengatakan masi banyak spearo yang melakukan perburuan parrotfish, Ikan kakay tua atau ikan bayam-bayam. Alasannya adalah pada tugas parotfish sebagai petani karang memakan lumut serta sebagian kecil karang sehingga karang sehat terkena sinar matahari langsung dan Poop dari parrotfish itu menjadi pantai indah tempat kita berjalan. Banyak blog berbahasa inggris maupun indonesia menceritakan tentang pentingnya parrotfish dalam ekosistem karang.
Bagaimana tanggapan teman-teman spearo? Beda pendapat atau debat diperbolehkan, tapi tetap sopan dan kepala dingin yaaa ^_^


3 Juli 2018

Saya mendapatkan kiriman foto hasil buruan dari seorang teman spearo. Dia berhasil menaklukkan seekor ikan parrotfish jenis bumphead seberat 45kg (empat puluh lima kilogram). Saya bagikan fotonya di snap whatsapp dan berbagai tanggapan muncul. Ada yang takjub dengan ukuran hasil buruan, sebaliknya ada yang menyayangkan kenapa ikan jenis itu masi dijadikan target perburuan.

Sebagian spearo yang setuju dengan perburuan ini, beranggapan bahwa ikan ini memakan karang dan hanya menghasilkan pasir, jadi dia tidak berefek apa-apa terhadap karang malah merusak/memakan karang. Pendapat lainnya adalah ada pada jumlah ikan ini yang masih melimpah sehingga populasinya tetap terjaga walaupun kita buru dengan cara spearfishing. Karena spearfishing bisa menangkap ikan dalam jumlah terbatas dengan syarat tidak menggunakan peralatan scuba ataupun kompressor. Berbeda dengan menjaring yang bisa menangkap ikan dalam jumlah yang banyak sehingga terjadi over fishing. Alasan lainnya ada pada kebutuhan ekonomi. Teman-teman spearo memburu ikan ini untuk dijual, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena banyak teman-teman spearo menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di lautan. Jenis ikan lainnya yang biasa jadi target perburuan mulai berkurang jauh jumlahnya dikarenakan bom, potas (racun), dan pukat yang mengakibatkan terjadi salah tangkap (bycatch), juga rusaknya terumbu karang.

7 November 2019

Pembahasan tentang masalah terus di suarakan dengan harapan membawa perubahan. Di group-group media sosial terjadi perbincangan dan perdebatan mudah mudahan membawa kebaikan, bagi manusia, juga bagi alam. Karena kalau manusia musnah, alam ini akan baik-baik saja. Tapi kalau alam ini rusak, manusia akan tersiksa dalam menjalani hari-harinya. Jadi, aksi berikutnya ada di kita semua, terutama teman-teman spearo. Smoga kita semakin bijak dan lebih bersahabat dengan alam.